Tersebutlah perseteruan abadi antara Kucing dan Tikus. Dimana ada tikus, di situ kucing mengejar untuk memangsanya..
Alkisah, suatu hari kucing bertemu tikus. Segera tikus lari tunggang-langgang. Kucingpun tidak mau kehilangan kesempatan untuk memangsanya. Sang kucing mengejarnya hingga sampai pada liang dimana tikus menemukannya untuk berlindung.
Apakah Kucing kehilangan kesempatannya ?
Apakah tikus memenangkan kesempatannya ?
Masih ada satu hal lagi yang menentukan jawaban tersebut di atas, yaitu KESABARAN.
Tikus mendapatkan masalah. Kucing siap menerkam dan memangsanya. Ia harus menghadapinya dengan KESABARAN. SABAR untuk tetap berada di dalam liang persembunyiannya, sampai sang kucing hilang KESABARANNYA untuk menungguinya.
Sebaliknya, kucing mendapatkan kesempatan meraih cita-cita dan keinginannya. Di depan matanya, sudah jelas tikus terjebak dalam liang persembunyiannya. Namun ia dituntut tetap waspada agar tikus tidak lepas dari pengawasannya lolos dari hadapannya.
o0o
Cuplikan kisah di atas, menginspirasikan kepada kita bahwa ada dua jenis kesabaran. Jenis yang pertama adalah Kesabaran dalam menghadapi musibah (kesabaran bertahan, kesabaran defensif). Inilah kesabaran yang dibutuhkan oleh tikus. Jenis kesabaran yang kedua adalah kesabaran dalam meraih cita-cita (kesabaran ofensif). Inilah kesabaran yang dibutuhkan kucing, dalam kasus ini.
o0o
Dalam kehidupan sehari-hari dalam menjalankan bisnis, tidak jarang kita berada dalam posisi bertahan, namun juga tidak jarang kita sering mendapatkan kesempatan dan sedang meraih sesuatu keberhasilan. Oleh karena itu, kita harus siap untuk memiliki dua jenis kesabaran tersebut di atas.
Seorang petani yang menanam padi di sawah, harus sabar menunggu padinya bertumbuh sampai menguning dan siap panen. Untuk itu ia harus siap menunggu selama kurang lebih tiga bulan. Inilah kesabaran jenis kucing (dalam kasus kisah di atas).
Seorang petani yang gagal panen, karena padinya diterjang banjir dan angin lesus, harus menggunakan senjata kesabaran tikus (dalam kasus kisah di atas).
Dua sikap ini ada dalam bahasa agama Islam, yaityu sabar dalam berikhtiar dan sabar dalam bertawakal. Dua-duanya adalah WAJIB !!. Ikhtiar itu wajib. Tawakal juga Wajib. Wajib adalah sesuatu yang harus dilakukan, karena hal tersebut adalah keniscayaan dalam hidup.
Mari kita belajar untuk optimal dalam ikhtiar, juga optimal dalam bertawakal. Insyaallah kita sukses dengan penuh ketenangan. Ini tidak mungkin dimiliki, kecuali oleh pebisnis yang beriman..




3 comments:
asslmkm.....trus bagaimana caranya ustad agar kesabaran yg sudah kita miliki tersebut tahan terhadap gempa2 cobaan yg sering menguji kesabaran atau bahkan terkadang kita sampai tidak tahan lagi menghadapi cobaan2 sehingga ada perasaan putus asa??
wa'alaykumsalam wrwb...
banyak teknik. salah satunya adalah menyadari pentingnya sabar.baik sabar tikus maupun sabar kucing.memang kesabaran pasti diuji. itulah saatnya kita tahu tingkat kesabaran kita.Terus visualisasikan dengan jelas tujuan kita, maka akan berefek pada tingkat kesabaran kita.sudah barang tentu dengan keyakinan bahwa dibalik satu kesulitan, ada banyak kemudahan.belief.
Assalamu'alaikum........
jadi lebih baik mana yang kita ikuti antara kesabaran tikus atau kesabaran kucing ustad???!
Post a Comment