Friday, 9 December 2011

Gaya Hidup Online

Sobat, waktu terus bergulir. Jaman terus berubah. Dulu, pada jaman feodal, raja adalah penguasa. Omongan raja adalah hukum yang harus ditaati. Siapa yang hidup di kerajaannya, harus bayar upeti. Pantas saja, raja manjadi kaya raya karena bisa mengakses semua sumberdaya.
Waktu terus bergulir. Jaman terus berubah. Mulailah jaman industri. Pamor raja mulai terhenti. Ditandai dengan ditemukannya mesin-mesin industri, pemodal mulai unjuk gigi. Kekuasaan raja tergeser, dan pemodal sebagai penguasa pengganti.
Perusahaan-perusahaan berdiri. Uang menjadi berkuasa. Pekerja menjadi terjajah. Pemilik modal mulai beraksi. Mereka terus mengembangkan kekuasaan. Mereka berlomba-lomba untuk melebarkan pasar dan mencari wilayah baru sebagai sumber bahan murah. Tidak heran, perusahaan-perusahaan eropa sampai di negeri ini. Salah satunya adalah VOC. Ya, VOC . Adalah perusahaan yang telah menguasai negeri ini sampai 3 abad lebih.
Waktu pun terus bergulir. Jaman terus berganti. Pemilik modal tidak berkuasa lagi, selama mereka tidak menguasai informasi. Modal saja tidak cukup, kecuali diimbangi dengan penguasaan informasi. Ya, jaman telah berganti menjadi era informasi. Barangsiapa menguasai informasi, maka ia mampu mengakses sumberdaya sebanyak yang ia mampu dan ia mau-i.
Inilah jaman sekarang ini. Jaman yang sedang kita lewati. Banyak kisah sukses anak-anak remaja dan pemuda hanya dalam 'hitungan hari', karena mereka bergerak dengan menggunakan alat utama informasi. Saya tidak menyebutkannya satu-persatu di sini.
Bagaimana dengan Anda sobat ?
Kita pun tidak terlepas dari fenomena ini. Informasi sangatlah penting dan tidak bisa dipungkiri. Dari informasi, kita tahu peluang. Dari informasi, kita tahu trend, bahaya dan krisis. Dari informasi kita tahu solusi. Siapa yang tidak mendapatkan informasi, maka berarti : Ketinggalan trend, ‘diincar’ bahaya ketidaktahuannya, ketinggalan peluang, dan tidak mendapatkan solusi atas problem yang menimpanya.
Berita gembiranya, hari ini kita bisa mendapatkan informasi dengan sangat mudah, murah dan berlimpah..
Berita buruknya, tidak setiap informasi itu menyajikan informasi yang sehat. Sebagaimana banyaknya informasi sehat, informasi tak sehat pun bergentayangan bisa merusak siapapun yang terjangkit.
Ke depan, informasi akan lebih melimpah dan meluber. Teknologi informasi demikian murah, dan akan semakin murah. Bagi rakyat kecil, handphone bukan lagi barang mahal, melainkan sesuatu yang sudah lumrah.
Bagi anak-anak usia SD, teknologi internet bukanlah benda asing, melainkan sudah menjadi bagian yang mengasyikkan karena dunia internet menawarkan ribuan Game.
Sosial Networking seperti Facebook, Twitter, dan lain-lain sudah biasa dijadikan sarana menambah kawan, silaturrahmi, dan bahkan dimanfaatkan untuk mengembangkan bisnis, kampanye politik dan seterusnya.
Banyak kalangan bisnisman, sudah mulai meninggalkan dunia promosi 'konvensional' seperti booklet, brosur, iklan koran dsb, berganti dangan menggunakan kekuatan twitter, facebook, digabung dengan kekuatan website atau blog. Selain murah, daya jangkaunya juga mendunia. Faktor kalinya demikian dahsyat. Maka ada cerita dari seorang kawan tentang dirinya sendiri, yang mendapatkan tawaran untuk mengikuti pameran industri dan perdagangan, selama 3 hari dengan biaya 25 juta. Dengan kecerdasan financialnya, ia menolak tawaran tersebut. Bagi dia pameran-pameran seperti itu, jaman sekarang ini sudah ‘hampir out of date’. Selain nggak efisien, juga nggak efektif. Lebih baik 25 juta digunakan untuk yang lain yang lebih efektif untuk mengembangkan bisnis.
Lha terus, apa yang dilakukan oleh kawan ini ?
Dia berbisnis dengan sejumlah outlet mendekati 400 outlet seluruh Indonesia.
Ternyata yang dilakukan adalah mengubah dirinya dengan berGAYA Hidup Online. Apa yang dia sebut bergaya hidup online adalah mengalokasikan sebagian besar waktu dengan Internet. Melakukan optimasi manfaat internet untuk mendukung bisnisnya.
Pagi-pagi dia ngantor, yang pertama dia lakukan adalah menyapa kawan-kawan di facebook, twitter, memberikan komentar status, membuka email, membuka massage, mengupdate artikel blog, terkait produk, jasa dan perkembangan bisnisnya. Setelah artikel jadi –dengan bantuan ‘teknologi copy and paste’-- lalu dia mengundang khalayak, lewat facebook dan twitter agar mereka membaca blog atau website-nya. Ini yang menjadikan web-nya pelan tapi pasti, mempunyai rangking pertama di halaman goggle. Sobat tahu artinya kan ?, bahwa web yang nangkring di halaman pertama google menjadikan pemilik web mudah dihubungi oleh konsumen yang membutuhkan solusi.
Siang, bila tidak sibuk dengan agenda-agenda lainnya, ia menggunakannya untuk menambah informasi terkait bisnisnya dengan cara ‘berselancar’ menggunakan mesin-mesin pencari seperti google dst. Apatah lagi, ia melengkapi dirinya dengan smarttphone, yang senantiasa terhubung dengan internet, selama ada sinyal disana.
Malam, ia melakukan kultweet. Kuliah di Twitter. Kultweet ini adalah sharing pengalaman atau informasi apa saja, yang berguna untuk para follower. Dengan cara ini, akan banyak menambah simpati para follower. Apalagi jika kultweet-nya menarik. Follower baru akan berdatangan dan menambah jumlah follower-nya. Jumlah follower inilah yang memberi efek dahsyat twitter, terkait faktor kali.
Ketika ditanya, “berapa anggaran internet Anda setiap bulan ? . Ia menjawab : "kurang lebih, 200 ribu-anlah perbulan"
Wauw…!, sangat murah sekali. Perhatikan kata-kata saya kawan, : 'sangat' murah 'sekali'. Apalagi dibandingkan dengan omset perbulan dari hampir 400 outlet tersebut.
Jadi, berGAYA hidup Online menarik bukan ?..Sobat, sudahkah kita berGAYA hidup Online?, yang menjadikan bisnis, usaha dan kerjaan kita menjadi mudah, murah, menguntungkan dan mendunia ? (efektif dan efisien) ?...

Salam GreatLife !
Ingin menjadi teman saya?
Follow saya di twitter: @taufiqniq
Add saya di Facebook :www.facebook.com/Taufiq.NIQ

0 comments:

Post a Comment

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More