Business Visit to UKM

Wauww, manisnya berjualan krupuk. Ternyata krupuk yang ringan itu mampu menerbangkan pemiliknya ke mana-mana..

Talk Show Bisnis

Road to Map, dari bisnis kuliner sampai property. Hasil kolaborasi dangan para narasumber yang top-top di bidangnya

Business Visit to Corporate, UKM not enough

Bisnis visit ke Corporate, memberi visi menumbuhkan UKM menuju corporate

Apa 'Karpet Merah' Anda menuju Sukses ?

Bersama Mr. Farid Poniman dalam Pelatihan Promotor

Sharing di TRI JAYA FM (SINDO FM sekarang)

Menyebarkan virus-virus entrepreneurship. Sudah ribuan orang terinspirasi dengan sharing entrepreneurship.

Showing posts with label Manajemen Diri. Show all posts
Showing posts with label Manajemen Diri. Show all posts

Monday, 26 March 2012

Waktu Chronos Vs Waktu Kairos

Anda sudah menonton film In Time, yang dibintangi oleh Justi Timberlake ? itu loh, film yang berbicara tentang waktu. Saya yakin, jika Anda mengikuti dengan seksama, akan sampai pada satu kesimpulan, bahwa waktu adalah anugerah yang tidak bisa dinilai dengan uang. Jadi waktu bukanlah uang, tapi waktu jauh lebih berharga daripada uang.
Ya, waktu merupakan anugerah Allah yang sangat berharga. Siapapun kita, diberi waktu yang sama. 24 jam sehari. 12 bulan setahun. Selama belum dicabut nyawa kita. Jadi kalau begitu, sebagai manusia normal (waras), kita diberi kekayaan yang sama oleh Allah berkait dengan kekayaan waktu.
Lalu siapa sesungguhnya yang paling kaya terkait dengan penggunaan waktu, mari kita pahami 2 fenomena terkait dengan persepsi tentang waktu.
Sobat, kalau Anda saya tanya, "berharga mana waktu 1 jam dan 2 jam ?"
Mungkin kebanyakan kita akan menjawab berharga 2 jam, karena 2 jama akan menjadikan kita berkarya lebih banyak.
Saya akan bertanya lagi, " berharga mana antara waktu 2 jam di petang hari dibandingkan dengan 2 jam di tengah malam hari ?"
Mungkin kebanyakan kita akan menjawab sama saja, karena sama 2 jam-nya. Tetapi tahukah Anda Sobat, bahwa 2 jam di malam hari menjadi sangat tidak efektif jika kita melakukan kegiatan silaturahmi (bertamu). Sebaliknya 2 jam di petang hari akan sangat efektif untuk silaturrahmi.
Bertamu di malam hari tidak mendatangkan rasa senang, melainkan sebaliknya, banyak orang merasa terganggu dengan silaturrami kita di malam hari. Sedangkan silaturrahmi di petang hari demikian efektif, karena selain mendapatkan sambutan yang hangat, juga bisa bertemu dengan seluruh keluarga karena sedang jam-jam berkumpul.
30 menit jalan pagi dibanding 30 menit jalan siang setelah makan siang, efektif mana terhadap kesehatan ? Jelas efektif 30 menit di pagi hari.
Inilah gambaran singkat tentang 2 fenomena manajemen waktu : Manajemen Waktu Chronos, dan Manajemen Waktu Kairos.
Manajemen Waktu Chronos, memandang waktu sebagaimana urutan detik-demi detik, dimana setiap detik memiliki harga yang sama. Jadi memandang waktu dari sisi kuantitas.
Manajemen Waktu Kairos, memandang waktu sebagaimana waktu 'saat-saat'. Ada saat dimana 1 menit bisa mengalahkan efektivitas 1 jam, jika saatnya dan momentumnya tepat.
Oleh karena itu, memberi acungan jempol kepada anak kita di saat yang tepat akan berharga sangat mahal. Akan memberikan banyak arti. Demikian juga kepada istri, teman, karyawan dst.
Dalam bahasa Islam, disebutkan bahwa 1 malam bisa berharga melebihi 1000 bulan.
Puasa 6 hari di bulan syawal setelah berpuasa Ramadlan, sama dengan puasa selama setahun.
Puasa sehari di hari Arafah, berharga menebus dosa selama 2 tahun. Demikian seterusnya.

APA Artinya Semua Ini ?
Pukulan Tyson dalam 1 ronde (seharga 150 Milyar rupiah, saat itu), sebanding dengan 15.000 tahun kita bekerja dengan gaji Rp 1.000.000/bulan.
Kalau begitu, kita sebenarnya diberi potensi kekayaan yang luar biasa oleh Allah dalam 24 jam yang kita miliki setiap hari. dan itu sangat tergantung pada nilai efektivitas diri kita. Bagi orang yang sudah memiliki efektivitas diri yang tinggi, bahkan jarinya saja bisa sangat sakti bisa memindahkan beban 20 Ton dalam waktu beberapa menit saja. Telunjuknya sangat sakti, suaranya bisa mengkomando ribuan orang untuk berkarya dst.
Pertanyaannya, berapa perolehan kita dengan anugerah 24 jam yang kita miliki ?. tentu tidak semuanya bisa dihargakan dengan uang, karena nilai-nilai spiritual berupa pahala, kepuasan, kebahagiaan tidak identik dengan uang.
Selamat terus bertumbuh Sobat, dalam rangka terus meningkatkan efektivitas diri, sehingga sehari yang kita miliki, bernilai setahun, 10 tahun bahkan 1000 tahun di dunia maupun di akhirat.

Friday, 3 February 2012

Conflict of Value, Bagaimana Menghadapinya ?

Sobat, pernahkah Anda mengalami perasaan gundah, galau, gelisah, atau yang semacam itu ? Pernahkah dalam diri Anda terjadi pertarungan batin mulai yang ringan sampai yang hebat ?
Saya memastikan, bahwa fenomena ini pasti pernah terjadi dalam diri Anda. Kita menjadi berat melangkah, dan bahkan tidak melakukan apa-apa. Mungkin seharian, berminggu-minggu, atau bahkan ada yang lebih lama dari itu, tanpa keputusan dan akhirnya tanpa melahirkan tindakan. Inilah suatu peperangan, pertarungan yang terjadi dalam diri kita di dalam dunia pikiran kita. Bukankah kita hidup di dua alam ?
Alangkah sayangnya, bila kita melalui hari-hari kita dengan tanpa tindakan berarti. Alangkah ruginya, karena kita telah menyia-nyiakan aset waktu yang sangat berharga. Bukan hanya itu, bahkan tenaga dan pikiran juga tidak produktif. Aset-aset penting yang di'nganggur'kan. Dalam bahasa kerennya 'idle investment'. Rugi kan, kalo kita punya gedung, namun di'nganggur'kan ? Rugi kan, punya sawah nggak ditanami ?
Nah, kembali kepada pertarungan sengit dalam diri kita. Pertarungan ini sebenarnya adalah pertarungan value dalam diri kita. Value yang mempengaruhi pilihan-pilihan kita. Selama value ini bertarung, dan sama-sama kuat, maka kita tdk bisa memilih salah satunya, untuk menjadi keputusan kita. Akhirnya diri kita dilanda keraguan yang berkepanjangan.
Bagaimana menghadapi hal seperti ini ? Inilah ketrampilan hidup yang ingin saya bagikan kepada sobat --hehe, ini bukan sekedar pengetahuan loh, makanya harus terus dilatihkan pada diri kita, dan menjadi ketrampilan hidup kita.

Menurut saya ada 2 hal penting yang harus kita lakukan :

    1. Mengklarifikasi. Clarity is Power. Kita perlu diam sejenak. Mendengarkan dengan baik, suara-suara yg ada dalam dunia pikiran/batin kita. Kita dengarkan masing-masing pembelaan dari suara itu. Lalu kita pertimbangkan dengan pikiran sadar kita. Ditimbang-timbang. Sudah barang tentu, kita harus punya alat timbangnya. Kegiatan ini akan sulit bagi kita yang nggak jelas belief-value dan rule dalam hidupnya. Mana yang benar-salah ? Mana yang baik-buruk ? Mana yang terpuji-tercela ? Mana yang penting dan sia-sia ?. Memang tugas kita sesungguhnya sebelum itu adalah mempunyai peta dan kompas hidup. Persis seperti dalam perjalanan dari Surabaya ke Jakarta, kita perlu diam sejenak, untuk mempertanyakan, "sekarang jam berapa yah ? Posisi kita dimana ?" Lalu menengok peta, kompas dan arloji. Setelah itu melanjutkan perjalanan lagi. Sobat, luangkan waktu sejenak untuk bertanya ulang, "sampai dimana perjalanan hidupku ?". Clarity is Power.
    2. Jika klarifikasi tidak kunjung berhasil, maka tinggalkan keraguan. Ambillah yang lain yang tidak meragukan...Ambil tindakan yang derajat kepastianya tinggi, dalam hidup ini- meskipun tindakan-tindakan itu kecil. Sesuatu yang meragukan, hanya akan menyedot waktu kita, tenaga kita, bahkan seluruh sumberdaya kita, menjadi sia-sia.Oleh karena itu pesan pendek Rasul SAW : "Tinggalkan apa yang meragukanmu, menuju apa yang tidak meragukanmu".

OK sobat ? Sudah paham kan ? Nah, tinggal kita latihkan pada diri kita. Latihannya kecil-kecilan aja dulu. Memutuskan perkara-perkara kecil harian yang kita hadapi. Kalau sudah terampil, insyaallah akan semakin terampil untuk masalah-masalah besar. Dan, semua bermula dari bangunan beliefs di dalam dunia pikiran kita. Saya berharap, setelah ini sobat terinspirasi untuk mempunyai ketrampilan hidup ini. Sungguh asyik bila kita memenangkan pertarungan terhadap diri kita sendiri. Kepastian langkah hidup, akan menjadikan kita tetap bersemangat. Keraguanlah yang menghancurkannya. Karena keraguan melahirkan penundaan.Penundaan melahirkan kekosongan. No Action, Nothing Happened.
Salam GreatLife.



Warm Regards,
Muhammad Taufiq NIQ
email : aya_futaqiy@yahoo.com
HP : 082139063541
PIN BB : 27B753FF
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Monday, 12 December 2011

'Sabarkanlah Diri Kita Tidak Hanya Seperti Tikus, Tapi Sabarlah Juga Seperti Kucing'


Tersebutlah perseteruan abadi antara Kucing dan Tikus. Dimana ada tikus, di situ kucing mengejar untuk memangsanya..
Alkisah, suatu hari kucing bertemu tikus. Segera tikus lari tunggang-langgang. Kucingpun tidak mau kehilangan kesempatan untuk memangsanya. Sang kucing mengejarnya hingga sampai pada liang dimana tikus menemukannya untuk berlindung.
Apakah Kucing kehilangan kesempatannya ?
Apakah tikus memenangkan kesempatannya ?
Masih ada satu hal lagi yang menentukan jawaban tersebut di atas, yaitu KESABARAN.
Tikus mendapatkan masalah. Kucing siap menerkam dan memangsanya. Ia harus menghadapinya dengan KESABARAN. SABAR untuk tetap berada di dalam liang persembunyiannya, sampai sang kucing hilang KESABARANNYA untuk menungguinya.
Sebaliknya, kucing mendapatkan kesempatan meraih cita-cita dan keinginannya. Di depan matanya, sudah jelas tikus terjebak dalam liang persembunyiannya. Namun ia dituntut tetap waspada agar tikus tidak lepas dari pengawasannya lolos dari hadapannya.
o0o

Cuplikan kisah di atas, menginspirasikan kepada kita bahwa ada dua jenis kesabaran. Jenis yang pertama adalah Kesabaran dalam menghadapi musibah (kesabaran bertahan, kesabaran defensif). Inilah kesabaran yang dibutuhkan oleh tikus. Jenis kesabaran yang kedua adalah kesabaran dalam meraih cita-cita (kesabaran ofensif). Inilah kesabaran yang dibutuhkan kucing, dalam kasus ini.
o0o
Dalam kehidupan sehari-hari dalam menjalankan bisnis, tidak jarang kita berada dalam posisi bertahan, namun juga tidak jarang kita sering mendapatkan kesempatan dan sedang meraih sesuatu keberhasilan. Oleh karena itu, kita harus siap untuk memiliki dua jenis kesabaran tersebut di atas. 
Seorang petani yang menanam padi di sawah, harus sabar menunggu padinya bertumbuh sampai menguning dan siap panen. Untuk itu ia harus siap menunggu selama kurang lebih tiga bulan. Inilah kesabaran jenis kucing (dalam kasus kisah di atas).
Seorang petani yang gagal panen, karena padinya diterjang banjir dan angin lesus, harus menggunakan senjata kesabaran tikus (dalam kasus kisah di atas).
Dua sikap ini ada dalam bahasa agama Islam, yaityu sabar dalam berikhtiar dan sabar dalam bertawakal. Dua-duanya adalah WAJIB !!. Ikhtiar itu wajib. Tawakal juga Wajib. Wajib adalah sesuatu yang harus dilakukan, karena hal tersebut adalah keniscayaan dalam hidup.
Mari kita belajar untuk optimal dalam ikhtiar, juga optimal dalam bertawakal. Insyaallah kita sukses dengan penuh ketenangan. Ini tidak mungkin dimiliki, kecuali oleh pebisnis yang beriman..

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More