Sobat, pernahkah Anda mengalami perasaan gundah, galau, gelisah, atau yang semacam itu ? Pernahkah dalam diri Anda terjadi pertarungan batin mulai yang ringan sampai yang hebat ?
Saya memastikan, bahwa fenomena ini pasti pernah terjadi dalam diri Anda. Kita menjadi berat melangkah, dan bahkan tidak melakukan apa-apa. Mungkin seharian, berminggu-minggu, atau bahkan ada yang lebih lama dari itu, tanpa keputusan dan akhirnya tanpa melahirkan tindakan. Inilah suatu peperangan, pertarungan yang terjadi dalam diri kita di dalam dunia pikiran kita. Bukankah kita hidup di dua alam ?
Alangkah sayangnya, bila kita melalui hari-hari kita dengan tanpa tindakan berarti. Alangkah ruginya, karena kita telah menyia-nyiakan aset waktu yang sangat berharga. Bukan hanya itu, bahkan tenaga dan pikiran juga tidak produktif. Aset-aset penting yang di'nganggur'kan. Dalam bahasa kerennya 'idle investment'. Rugi kan, kalo kita punya gedung, namun di'nganggur'kan ? Rugi kan, punya sawah nggak ditanami ?
Nah, kembali kepada pertarungan sengit dalam diri kita. Pertarungan ini sebenarnya adalah pertarungan value dalam diri kita. Value yang mempengaruhi pilihan-pilihan kita. Selama value ini bertarung, dan sama-sama kuat, maka kita tdk bisa memilih salah satunya, untuk menjadi keputusan kita. Akhirnya diri kita dilanda keraguan yang berkepanjangan.
Bagaimana menghadapi hal seperti ini ? Inilah ketrampilan hidup yang ingin saya bagikan kepada sobat --hehe, ini bukan sekedar pengetahuan loh, makanya harus terus dilatihkan pada diri kita, dan menjadi ketrampilan hidup kita.
Menurut saya ada 2 hal penting yang harus kita lakukan :
- Mengklarifikasi. Clarity is Power. Kita perlu diam sejenak. Mendengarkan dengan baik, suara-suara yg ada dalam dunia pikiran/batin kita. Kita dengarkan masing-masing pembelaan dari suara itu. Lalu kita pertimbangkan dengan pikiran sadar kita. Ditimbang-timbang. Sudah barang tentu, kita harus punya alat timbangnya. Kegiatan ini akan sulit bagi kita yang nggak jelas belief-value dan rule dalam hidupnya. Mana yang benar-salah ? Mana yang baik-buruk ? Mana yang terpuji-tercela ? Mana yang penting dan sia-sia ?. Memang tugas kita sesungguhnya sebelum itu adalah mempunyai peta dan kompas hidup. Persis seperti dalam perjalanan dari Surabaya ke Jakarta, kita perlu diam sejenak, untuk mempertanyakan, "sekarang jam berapa yah ? Posisi kita dimana ?" Lalu menengok peta, kompas dan arloji. Setelah itu melanjutkan perjalanan lagi. Sobat, luangkan waktu sejenak untuk bertanya ulang, "sampai dimana perjalanan hidupku ?". Clarity is Power.
- Jika klarifikasi tidak kunjung berhasil, maka tinggalkan keraguan. Ambillah yang lain yang tidak meragukan...Ambil tindakan yang derajat kepastianya tinggi, dalam hidup ini- meskipun tindakan-tindakan itu kecil. Sesuatu yang meragukan, hanya akan menyedot waktu kita, tenaga kita, bahkan seluruh sumberdaya kita, menjadi sia-sia.Oleh karena itu pesan pendek Rasul SAW : "Tinggalkan apa yang meragukanmu, menuju apa yang tidak meragukanmu".
OK sobat ? Sudah paham kan ? Nah, tinggal kita latihkan pada diri kita. Latihannya kecil-kecilan aja dulu. Memutuskan perkara-perkara kecil harian yang kita hadapi. Kalau sudah terampil, insyaallah akan semakin terampil untuk masalah-masalah besar. Dan, semua bermula dari bangunan beliefs di dalam dunia pikiran kita. Saya berharap, setelah ini sobat terinspirasi untuk mempunyai ketrampilan hidup ini. Sungguh asyik bila kita memenangkan pertarungan terhadap diri kita sendiri. Kepastian langkah hidup, akan menjadikan kita tetap bersemangat. Keraguanlah yang menghancurkannya. Karena keraguan melahirkan penundaan.Penundaan melahirkan kekosongan. No Action, Nothing Happened.
Salam GreatLife.
Warm Regards,
Muhammad Taufiq NIQ
email : aya_futaqiy@yahoo.com
HP : 082139063541
PIN BB : 27B753FF
Powered by Telkomsel BlackBerry®



1 comments:
like this pak...jempol 5
Post a Comment