Tulisan saya ini, untuk sobat yang masih tingkat pemula. Tidak berlaku bagi yang sudah tingkat lanjut. hehe...
Termasuk kategori orang manakah Sobat, di antara empat di bawah ini ?
1. Nggak punya uang, nggak punya waktu (sibuk)
2. Nggak punya uang, punya waktu
3. Punya uang banyak, nggak punya waktu (sibuk)
4. Punya uang banyak, punya waktu.
Macam Orang Pertama :
Si Fulan 1 ini karyawan, yang gajinya pas-pasan, nggak cukup untuk membiayai hidup diri dan keluarganya. Padahal ia sudah menghabiskan tenaga dan waktunya untuk mendapatkan pendapatan itu. Contoh : Menjadi karyawan di kota besar seperti Jakarta, dengan gaji Rp.2.000.000,-/bulan untuk 4 anggota keluarga perbulan.
Dengan gaji seperti itu nggak cukup ongkos untuk kos atau ngontrak rumah di Jakarta. Maka ia memilih ke pinggiran kota. Setiap hari ia harus menempuh pulang-pergi dengan resiko macet di jalanan berjam-jam. Jadilah ia P7 : Pergi Pagi Pulang Petang, Penghasilan Pas-Pasan. Gajinya ngepas untuk hidup, bahkan kurang. Waktunya juga tersita untuk kerja hingga nggak ada waktu bermutu untuk santai bersama keluarga.
Macam Orang Kedua :
Si Fulan 2 ini kerjanya setiap hari cuman lontang-lantung, tanpa kerjaan. Namanya pengangguran, ia tidak mendapatkan pemasukan uang. Jadi ia punya waktu sangat longgar, tapi nggak punya uang. Kerjaannya memang jadi 'Pengacara' alias Pengangguran Banyak Acara. Acara Nongkrong-nongkrong dan pergi kemana suka.
Macam Orang Ketiga :
Si Fulan 3 ini Tergolong 'sukses'. Ia berjualan Mie sangat sukses. Mulai mie goreng, mie kuah dst. Pelanggannya bejibun. Setiap hari buka, saaangat ramai, sampe-sampe nggak ada waktu sepi. Namun demikian, bisnis mie-nya ini semuanya dikerjakan sendiri. Istilahnya, 'dari belanja sampai korah-korah (cuci piring)'. Benar-benar tidak ada waktu untuk keluarga. Pagi-pagi ia harus pergi ke pasar, Belanja. Sesampai di rumah lalu persiapan memasak dan memasak, dan dilanjutkan dengan persiapan dan buka stand. Anak-anaknya suka protes pada si Fulan 3 ini, karena tidak pernah ada waktu untuk mereka.
Macam Orang Keempat :
Si Fulan 4 ini juga pengangguran lho, tapi berbeda dengan Pengangguran si Fulan 2. Ia benar-benar free dengan sesekali ngontrol bisnisnya yang sudah jalan. Bisnisnya sudah jalan, jadi tugasnya tinggal jalan-jalan. Waktunya banyak tercurah untuk keluarga, masyarakat sosial, perjuangan dakwah dst.
Sobat, pastinya kita memilih yang Macam Keempat kan ?
Persoalannya adalah bagaimana memulai perjalanan menuju posisi Macam yang Keempat.
Tidak setiap orang yang membangun bisnis pasti sukses kan ? Kenyataannya begitu. Ini nih Faktanya :
40% Bisnis jatuh (tutup) di tahun ke 2;
80% jatuh di tahun ke 5;
96% jatuh di tahun ke 10;
Hanya 4% yang mampu bertahan.
Nah, tidak sedikit yang berguguran itu tidak bangkit lagi. Bahkan sampai mati, masih tertimbun hutang yang nggak terselesaikan. Mewariskan hutang, ..Na’udzu Billah Min Dzaalik.
Sobat, hidup ini adalah pilihan. Tidak memilih adalah juga memilih. Fenomena Golput dalam pemilu aja juga memilih kok :). Memilih untuk tidak memilih.
Setiap pilihan pasti mengandung dan mengundang konsekuensi. Persoalannya adalah seberapa pantas kita menangung konsekuensin itu, dan seberapa mau kita menanggungnya. Ini persoalan kemauan kita untuk mau beranjak menuju Macam Orang Keempat dengan segala konsekuensi enak dan tidak enaknya.
Mulai sekarang, putuskan, cari jalan, berkumpullah dengan orang-orang yang sejalan, mau menempuh perjalanan bersama-sama. Jadi teman sharing selama dalam perjalanan.
Atau, cari GUIDE. Guide, pasti sudah tahu peta dan kompasnya, sehingga nggak perlu diragukan lagi, pasti nyampe. Dan selama dalam perjalanan itu si Guide sambil bisa bercerita tentang hal-hal yang kita lalui selama dalam perjalanan. Guide itu adalah mentor bisnis. Coach Bisnis. So Nice kan ?
Selamat memilih....
Salam GreatLife !
Ingin menjadi teman saya?
Follow saya di twitter: @taufiqniq
Add saya di Facebook :www.facebook.com/Taufiq.NIQ



2 comments:
Siap Pak, saya ingin menjadi Orang Type 4. Mohon Doa restunya
i`am number four hehehehe
Post a Comment