Sunday, 4 December 2011

Kita boleh GAGAL, namun harus tahu ilmunya..

Sobat, gagal adalah bagian dari hidup kita. Bahkan menyatu, nggak bisa dipisahkan. Siapa yang nggak ingin pernah gagal, maka jangan hidup. Mati saja.
Siapa yang nggak pernah gagal ?, hayo ngaku...! Pasti tidak ada. Sekaliber kanjeng nabi Muhammad saja, pernah gagal. Tercatat 2 kali perang besar, beliau mengalami kegagalan di saat pasukan dipimpin oleh beliau sendiri. Perang Uhud dan perang Hunain..Beliaupun pernah ditolak berkali-kali, Puluhan, ratusan, bahkan ribuan ketika berdakwah. Peristiwa penolakan yang besar adalah oleh penduduk Thoif. Sampai-sampai Rasulullah harus berdarah-darah dilempari batu.
Kalo begitu, janganlah kegagalan itu disikapi sebagai benda asing yang menakutkan.Ia mengikuti kita. Ia bersama kita, kemanapun kita berada.
Apalagi di balik setiap kegagalan, pasti mengandung hikmah dan pelajaran yang sulit dilupakan. Ya gimana bisa dilupakan, lha wong pelajaran itu melibatkan emosi yang sangat intens berupa ketakutan, kekhawatirn, kepanikan dst. Setiap peristiwa yang melibatkan emosi intens kita, pasti disimpan dengan baik oleh pikiran bawah sadar kita. Baik gambarnya, suaranya, pencahayaannya, dst. Tidak mudah dilupakan. Jadi, jangan mencoba lari dari kegagalan.
Nah, persoalannya adalah bagaimana seharusnya kita menyikapi fenomena gagal. Kita harus mempunyai ilmunya gagal. Bagaimana berteman dengan kegagalan. Bagaimana kita minta tolong kepada kegagalan. Ya, kita butuh kegagalan. Kegagalan bisa mempercapat pembelajaran. namun kegagalan juga bisa mengakibatkan bangkrut sepanjang hidup. Di bawah ini, sedikit 'cipratan' agar kita bisa memperdiapan kegagalan-kegagalan dalam hidup kita.
Sebelum gagal
Perkecil kemungkinan gagal.Kenalilah resiko tindakan kita, sekecil apapun. Dengan mengenali resiko,maka diharapkan kita bisa mengendalikannya. Kalkulasi kemampuan (kemampuan finansial, mental, sosial dan spiritual)kita dalam menanggung kegagalan. Saya pernah mengingatkan salah seorang mahasiswa saya tentang akibat gagal yang akan ditanggungnya.Ternyata dia nekat dan akhirnya,benar-benar terjadi kegagalan. Sampai sekarang, dia sulit bangkit dan entah samapai kapan dia bisa me-recovery kebangkrutannya.
Menyengajalah gagal, untuk mendapatkan pelajaran.Ini namanya proyek gagal.Tetapi ambil resiko yang terkecil, yang tidak menjaminkan seluruh kekayaan Anda.
Jika gaji anda adalah 1.000.000 rp/bulan. Maka aturlah sedemikian rupa sehingga, jika gagal, hanya meresikokan hanya 20 % saja dari gaji Anda.Ini ada dalam pelajaran Alokasi Aset.Dengan demikian, kita tidak akan takut gagal, sebab kalkulasinya sudah kita hitung. kegagalan tidak akan menyeret seluruh kekayaan kita.
Setelah gagal
Setelah benar-benar kegagalan menghampiri kita, --maka mau tidak mau--, kita harus menerimanya.Jangan menyalahkan siapapun. Jangan terlalu lama meratapi nasib. Ambil hikmahnya. Pelajarannya pasti berharga. Rasa penerimaan yang penuh terhadap apapun yang terjadi pada diri kita, akan membantu menghilangkan energi negatif yang sangat menyedot energi kita. Energi negatif akan menjadikan kita lumpuh. Padahal pada saat yang sama, kita butuh energi ekstra untuk bangkit, karena harus segera menyelesaikan persoalan kebangkrutan akibat kegagalan.
Yakinlah kita, bahwa di setiap kesulitan pasti ada kemudahan, bahkan banyak. Yakinlah kita, bahwa Allah memberi ujian pada hambanya, sejauh kekuatan hamba memikulnya. Lalu kita fokus-fokus- dan fokus menyelesaikan persoalan.
Biasanya, kegagalan mengakibatkan terkurasnya sebagian besar rekening kita. Bahakan minus. Terutama rekening Finansial dan rekening sosial. Maka niatilah untuk memulai lagi (meskipun tidak dari nol),untuk mengumpul-ngumpulkan lagi, meanikkan jumlah tabungan di rekening kita (baca artikel saya : "Kita adalah APA dan BERAPA yang kita kumpul-kumpulkan").
jangan pernah putus harapan. Kekayaan Anda berlimpah di dalam dunia pikiran Anda. Hanya persoalan waktu yang akan mengeluarkan sebagian kekayaan iru dalam dunia realitas kita.
BAgaimana ? Anda sudah tahu ilmunya gagal kan ?
kalao sudah, rancanglah diri Anda untuk gagal, selama tidak menyeret seluruh kekayaan Anda.
Selamat mempraktekkan !

Salam GreatLife !
Ingin menjadi teman saya?
Follow saya di twitter: @taufiqniq
Add saya di Facebook :www.facebook.com/Taufiq.NIQ

1 comments:

Post a Comment

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More