Saturday, 25 February 2012

Kesalahan adalah SESUATU yang BIASA

" Manusia itu tempatnya salah dan lupa". Itu arti  teks dari "al Insaan, mahaalul khotho' wan nisyaan". Ini adalah bunyi perkataan manusia agung Muhammad saw. Jadi pasti benarnya. Bagaimana faktanya ?
Iya memang, siapa pun tak bisa mengingkari pasti pernah lupa dan salah. Karena lupa sesuatu, ia menjadi salah dalam memutuskan sesuatu, memilih sesuatu. Karena keterbatasan fisik baik mata, telinga, tangan, kaki dan yang lainnya, sangat mungkin salah dengar, salah lihat, salah sebut dst. Jadi, kesalahan adalah sesuatu yang sudah menyatu dalam diri manusia.Tidak bisa dihindari.
Oleh karena itu, janganlah kita takut salah dan lupa, asalkan salah dan lupa itu tidak disengaja.
Manusia agung, Muhammad saw pun pernah salah,... meskipun dalam persoalan hukum beliau terjaga (ma'sum). Dalam persoalan hukum, Beliau dijamin, tidak pernah salah. Namun dalam persoalan teknis, beliau juga manusia. pernah lupa jumlah rekaat dalam sholat. Pernah salah dalam memberi konsultasi perkawinan tumbuhan, dst...Tdk heran, Rasulpun mengajak musyawarah dalam berbagai hal. Dan Orang-orang yang suka bermusyawarah tidak akan rugi, karena memperkecil salah dan lupa.
Bagaimana dengan orang-orang yang bertaqwa ?. Sama saja. Orang yang bertaqwa pun tidak luput dari salah dan lupa. Bedanya adalah,  org bertaqwa segera menyadari kesalahannya, lalu bergegas mohon ampun...
Sekali lagi, kita tidak perlu takut salah dan lupa. Salah dan lupa adalah sesuatu yang biasa terjadi pada diri manusia. Bahkan kalau kita tengok sejarah peradaban manusia, dari kesalahan bisa diambil hikmah dan pelajarannya. Banyak sekali penemuan-penemuan yang bermanfaat bagi kehidupan manusia adalah karena kesalahan yang tidak disengaja. Ini terjadi pada penemuan makanan, sampai pada penemuan bagian bumi yang bernama benua.
 Manusia sukses, bukannya manusia yang tidak pernah lupa dan salah. Namun manusia sukses, memanage agar kesalahan dan kelupaan yang terjadi pada diri mereka tidak berdampak fatal dalam hidup mereka. Ini namanya kesalahan yang terkendali. Resiko salah dan lupa yang terkendali. Bahkan manusia sukses, mempunyai resep khusus mengelola kesalahan menjadi sesuatu yang menguntungkan.
Bagi mereka, kesalahan adalah ajang untuk belajar dan menemukan s esutu yang baru. maka mereka menyengaja melakukan kesalahan, artinya mereka melakukan sesutu siap resiko jika terjadi kesalahan. Mereka sudah menghitung resiko, jika kesalahan itu terjadi. Mereka melakukannya dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk para peneliti sains dan teknologi. Bahkan di bidang keuangan, manusia sukses,  melakukan pembelajaran investasi dengan mengorbankan sebagian uangnya. Mereka menggunakan 20 % kekayaannya untuk melakukan investasi 'beresiko'. Biasanya investasi 'beresiko' menjanjikan hasil yang spektakuler. Jadi, mereka siap sukses, dan pada saat yang sama juga siap gagal. Jika sukses, akan menambah pundi-pundi kekayaannya, dan jika gagal, tidak harus menyeret seluruh harta kekayaannya. Bagi mereka, kegagalan 20 % dari kekayaannya adalah ongkos pembelajaran. Makanya, mereka mempunyai prinsip :'Tidak ada kata gagal, yang ada adalah sukses atau belajar".


Bagaimana  dengan Anda Sobat ?
Selamat belajar dari kesalahan  Anda. Betapapun kecilnya.


Salam GreatLife !
Ingin menjadi teman saya?
Follow saya di twitter: @taufiqniq
Add saya di Facebook :www.facebook.com/Taufiq.NIQ

0 comments:

Post a Comment

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More