Ketika mengajar tentang filosofi kesuksesan di hadapan mahasiswa, saya sering mengibaratkan bahwa perjalanan menuju kesuksesan itu adalah seperti perjalanan dari suatu tempat ke tempat tertentu. Katakanlah tempat itu adalah Surabaya dan Jakarta. Bila saya ingin meraih kesuksesan, saya harus melakukan perjalanan menuju kesuksesan itu. Ada kalanya perjalanan itu panjang, ada kalanya perjalanan itu pendek. Ada kalanya perjalanan itu cepat, adakalanya perjalanan itu lambat.
Apa yang dibutuhkan dalam menempuh suatu perjalanan agar mencapai kesuksesan ?
Bila saya dari Surabaya ke Jakarta, maka saya butuh beberapa hal berikut ini :
1. Alamat yang menjadi tujuan saya
2. Peta Jakarta
3. Peta perjalanan menuju Jakarta
4. Guru yang memberi petunjuk bagaimana agar saya sampai pada alamat tersebut. Orang ini perhah ke Jakarta.
Maka berdasarkan paradigma ‘persiapan yang baik adalah separuh dari penyelesaian’, saya memenuhi keempat factor tersebut.
1. Saya mencatat alamat tersebut
2. Saya membeli peta kota Jakarta
3. Saya membeli peta pulau Jawa
4. Saya meminta petunjuk penjelasan kepada orang yang telah pernah ke alamat tersebut.
Berdasarkan perhitungan, saya akan tiba pada alamat tersebut pada hari H jam J dan menit M serta detik D, dengan biaya sekian dan sekian.
Lalu berangkatlah saya……
Belum berapa lama dalam perjalanan, tanpa saya duga saya menemukan teman perjalanan yang menuju pada tujuan yang sama. Ia telah berulang-ulang pergi dan pulang menuju dan dari alamat tujuan tersebut. Maka menjadi mudahlah perjalanan saya. Saya tidak perlu lagi konsentrasi tentang benar dan salahnya perjalanan saya, karena kompas dan petanya sdh ada dalam pikiran kawan saya tersebut. Bahkan bukan hanya itu, kawan saya tersebut telah menjadi guru saya dalam perjalanan tersebut. Dengan sangat enjoy, saya menikmati perjalanan tersebut.
Namun, tiba-tiba dalam perjalanan tersebut ada ‘kejutan’ berupa perubahan alur perjalanan. Kami ‘dipaksa’ harus masuk tol baru. Kawan yang guru saya sekaligus tersebut, juga belum pernah melakukan perjalanan ke Jakarta lewat tol tersebut. Memang Tol tersebut adalah tol baru, jalan terobosan untuk mempercepat perjalanan. Kami berdua telah diuntungkan dengan adanya ‘pemaksaan’ tersebut.
Sampailah saya di tempat tujuan lebih cepat dan lebih mengasyikkan…
Pernahkan Sobat dalam hidup ini, mengalami situasi seperti ibarat perjalanan saya tersebut ?
Melakukan persiapan dengan baik, mengikuti prosesnya, lalu menemukan lompatan. Dan Lompatan itu menjadikan perjalanan menjadi efektif dan efisien.
Oleh karena itu sobat, setiap apaun bidang yang kita tekuni, ikuti proses standarnya, kerjakanlah dengan tekun,....tiba-tiba, Anda menemukan lompatan yang lebih mempercepat dan lebih mengasyikkan…
Ada banyak peristiwa dalam hidup ini, diamana kesuksesan menjadi lebih mudah tanpa kita duga…
Lebih cepat dari yang kita duga, lebih murah yang kita perkirakan, lebih banyak hasilnya berkali-kali lipat dari yang kita harapkan...
Lebih cepat dari yang kita duga, lebih murah yang kita perkirakan, lebih banyak hasilnya berkali-kali lipat dari yang kita harapkan...
Maka percayalah, bahwa hidup ini selain ada musibah yang tidak kita duga, ada juga lompatan yang tidak kita duga. Bersiap-siaplah menghadapi ke’tidakterduga’an tersebut dangan emosi standar. Sabar dan syukur.
Last but not least,
1. Kesadaran pasti adanya lompatan dalam meraih kesuksesan itu sangat penting, sehingga menjadikan kita senantiasa optimis dalam menghadapi perjalanan menuju kesuksesan….
2. Kehadiran guru pembimbing yang senantiasa mendampingi perjalanan itu penting, karena kita seperti mempunyai mesin penunjuk yang otomatis bekerja untuk sukses perjalanan kita.
Ini ‘seni’ku menuju sukses. Bagaimana ‘seni’mu Sobat ?
Salam GreatLife !
Ingin menjadi teman saya?
Follow saya di twitter: @taufiqniq
Add saya di Facebook :www.facebook.com/Taufiq.NIQ



1 comments:
like this pak..........
Post a Comment