Thursday, 12 January 2012

Siapa di Balik Kesuksesan Anda..?

Pernahkan kita berpikir, bagaimana seandainya manusia harus memenuhi kebutuhan hidupnya secara mandiri ? artinya setiap saat memenuhi kebutuhannya, ia harus mengerjakan sendiri ?
Saya membayangkan, jika saja manusia harus begitu, maka betapa ruwetnya ! Untuk satu baju saja, dia harus menjahit kain sendiri. Eh tapi, kain kan juga harus ditenun dulu ? Nah, harus bikin kain dulu kan ?...
Eits...kain kan berasal dari benang ? harus pintal dulu dong benangnya...
OK mari kita pintal benang. Tunggu dulu, mana kapasnya ? waaah, harus tanam dulu pohonnya. Berbulan-bulan lagi. Ok kita tanam pohonnya. Siapa yang memupuk, mencangkul ? siapa yang bikin pupuk, bikin cangkul....
Sobat, urusan satu baju saja, kita harus menunggu berbulan-bulan.
Makanya, hidup ini terasa berat jika harus seperti Caca Handika. Dia kan mengeluh begini dalam lagunya :
" Masak-masak sendiri...
Makan-makan sendiri...
Cuci baju sendiri..
tidur pun sendiri....

aduh..duh..duh..duh......dst.

Maka sungguh terlalu sombong jika ada orang mengatakan bahwa kesuksesannya adalah hasil kemandiriannya. Kesuksesannya adalah hasil dirinya sorangan. Sebab, kemandirian saja tidak cukup.
Ada 3 tingkatan perkembangan diri menuju sukses :

  1. Ketergantungan
  2. Kemandirian
  3. Kesalingtergantungan.

Ketika masih bayi, siapapun tergantung pada ibunya, ayahnya dan orang sekitarnya, sampai dia bisa mandiri. Setelah mandiri, seseorang bisa  melakukan banyak hal tanpa tergantung dengan orang lain. Tetapi ingat, segala sesuatu yang dikerjakan sendirian, daya ungkitnya sangat kecil. Kita perlu berjamaah. Dan contoh jamaah yang paling sederhana adalah keluarga. Bapak adalah Leader-nya. Ibu adalah Manajer-nya. Anak-anak adalah anggota jamaahnya.
Banyak contoh orang yang sukses adalah karena berada pada keluarga yang bekerjasama. Banyak contoh orang yang sukses adalah karena berada pada organisasi yang bekerjasama. Berada pada komunitas yang bisa saling berbagi, saling memberi dan menerima.
Dulu, saya pernah membaca, ada sebuah keluarga yang mempunyai putera/i  sebanyak 8 orang. Ayahnya hanya bekerja sebagai penjaga palang KA (kereta api). Tapi sungguh luar biasa, 8 anaknya sukses menjadi sarjana semua. Mengapa  bisa demikian ? Karena mereka diajarkan saling berbagi. Kesuksesan satu orang anggota keluarga adalah kesuksesan bersama. Sukses satu anggota keluarga, menjadi batu ungkit bagi anggota keluarga yang lain.
Bukankah kesuksesan kita berada di atas punggung para pendahulu kita ? atas jasa-jasa mereka yang telah meletakkan dasar-dasar, sarana-sarana, wasilah untuk kesuksesan kita ?
Ayo kita cari, siapa aktor di balik kesuksesan kita ? dan mari kita syukuri dengan memperkokoh hubungan tersebut agar senantiasa selalu baik, sehingga terus mengalirkan support pada kesuksesan kita. Jangan melakukan sebaliknya. Sombong, congkak dan tidak mengakui jasa-jasa aktor tersebut, yang mengakibatkan dukungan akan tercabut.
Termasuk jika sobat sudah menjadi juragan. Kesuksesan Anda adalah karena karyawan Anda yang loyal. Hargai mereka. Support mereka agar terus bisa berkarya dan sukses dalam hidup mereka. Maka tanpa terasa, Kesuksesan kita ada karena kesalingtergantungan yang tidak bisa kita pungkiri. Inilah salah satu sunnatullah kesuksesan...
Ada seorang istri yang sukses membuka toko. Toko itu bermula dari kecil sekali. Lambat laun toko itu menjadi besar dan menghasilkan aset-aset yang besar. Si istri ini memandang sepele suaminya, yang hanya pegawai kantoran, dan tidak seberapa gajinya jika dibandingkan dengan penghasilan tokonya. Sampai suatu ketika suaminya pensiun, dan suatu hari mendadak terkena stroke. Tiba-tiba toko itu menjadi berhenti, karena ternyata di balik kesuksesan toko itu adalah suaminya. Suaminya itulah yang setiap hari bekerja keras mulai dini hari berbelanja segenap komoditas tokonya. Ia baru menyadari, bahwa kesuksesan itu karena kerjasama di antara mereka. Meskipun jasa suaminya tidak nampak sebagaimana ia mengelola tokonya.  Layaknya sebuah bangunan rumah, sebiji paku/pasak yang tidak nampak,  mempunyai jasa yang sangat penting bagi tegaknya bangunan rumah itu. 
Oleh karena itu sobat, mari hargai, syukuri, setiap apapun, siapa pun yang menjadi sebab di balik kesuksesan kita. Salam sukses dunia akhirat.


Salam GreatLife !
Ingin menjadi teman saya?
Follow saya di twitter: @taufiqniq
Add saya di Facebook :www.facebook.com/Taufiq.NIQ

0 comments:

Post a Comment

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More