Friday, 11 November 2011

ALLAH MAHAKAYA DAN MENGAYAKAN


“Dan Tuhanmu Mahakaya, penuh rahmat”
TQS Al An’am 133

Pembaca, alkisah langit, bumi, jagad raya  dan isinya telah diciptakan oleh Allah swt. Kemudian Allah mengamanahkan kepemimpinan kepada langit, bumi dan   gunung. Namun langit menolaknya. Demikian juga bumi dan gunung pun menolaknya. Akhirnya amanah itu diserahkan kepada manusia. Ternyata makhluk yang bernama manusia menerimanya.  (33:72)
Inilah permulaan, mengapa semua yang ada di  bumi ini  diciptakan untuk manusia. Allah menyampaikan : “Dialah yang telah menciptakan untuk kamu sekalian apa-apa yang ada di bumi ini semuanya.” (TQS Al Baqarah : 29)
Allah memfasilitasi hidup manusia dengan segala ciptaanNya. Semua kerajaan langit bumi, jagad raya seisinya ini adalah kepunyaan Allah. Kemudian Allah berikan kepada manusia dengan berbagai macam cara. Intinya, semua ciptaan ini disediakan untuk manusia dan bisa diakses oleh manusia sepuas-puasnya !
Jadi manusia diberi fasilitas yang luar biasa oleh Allah untuk dikelolanya sebagai ujian amanah terhadap manusia.. Langit dan benda-benda angkasa bisa diakses serta diberikan kepada manusia. Matahari dengan cahayanya, bulan dengan sinarnya yang indah, dan bintang gemintang dengan segala gugusnya adalah kekayaan Allah yang luar biasa memberikan kehidupan manusia. Semuanya beredar menurut kadar tertentu di garis edarnya masing-masing, memberikan manfaat yang luar biasa pada manusia. Ada siang, ada malam. Ada berbagai macam musim yang mengirim panas, dingin, air, angin, es yang bisa memberikan aneka warna kehidupan.
Bumi dengan segala isinya diberikan kepada manusia. Lautan, daratan, sungai-sungai, gunung-gunung dan segala isinya. Semua diberikan kepada manusia ujntuk bisa diakses manfaatnya.
Dalam bab ini kita akan semakin menyadari betapa pemberian fasilitas oleh Allah kepada kehidupan manusia ini adalah sungguh luar biasa berlimpah. Sangat berlimpah-ruah. Jadi dalam rangka ujian amanah manusia, Allah telah memberikan kepada manusia 2 hal : satu, jagad alam raya seisinya. Dua, perlengkapan dalam diri manusia itu sendiri, berupa jasad, akal(pikiran). Mari kita berpikir  lebih rinci lagi.
Mari kita ambil contoh mudahnya saja. Bukankah setiap hari kita menggunakan air ? Seluruh makhluk hidup porsi terbesarnya adalah air.
“Dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air, maka mengapa mereka tidak beriman ?” (TQS Al-Anbiya’ :30)
Semua makhluk hidup pasti menggunakan air. Dari manakah air itu ? Jelas, air telah disediakan oleh Allah swt. Sejak dulu. Tujuh puluh persen planet bumi tertutup air. Dan air pasti tidak akan habis. Ia terus berjalan menggunakan siklusnya. Dari  mata air di gunung, lalu air mengalir ke lembah, daratan, mengumpul ke sungai-sungai kecil, lalu bertemu di sungai-sungai besar. Contoh sungai-sungai besar adalah Sungai Nil, Sungai Gangga, Sungai Bengawan Solo, Sungai Berantas. Ribuan sungai telah menghiasi seluruh permukaan bumi ini. Sungai-sungai tersebut telah membawa air-air tersebut menuju laut. Air laut diterpa panas matahari, lalu menguap menjadi uap air. Uap air dibawa angin dan menuju ke atas (langit) menjadi awan. Karena suhu dingin, uap (awan(  ini mengembun. Jumlah yang banyak dan telah menjadi air, maka ia turun lagi ke bumi. Ya, ia membasahi bumi lagi. Di Indonesia ada musim air turun dari langit. Namanya musim hujan. Dan jumlahnya sangat banyak dan lama. Musim penghujan turun selama 6 bulan. Begitulah siklus air terjadi. Jika musim ini terus berjalan normal, maka manusia pasti tidak akan kekurangan air.
Selama perjalanan dalam silklusnya, air telah memberikan manfaat yang tak terhitung besarnya. Tidak bisa dirupiahkan. Ribuan manfaat bisa kita sebutkan. Mulai hanya sekedar mandi, cuci, masak, sampai ke pembangkit tenaga listrik. Berapa manfaat yang bisa dilahirkan dari adanya pembangkit listrik tenaga air ? Berapa manfaat yang lahir dari air yang dibendung untuk danau, pengairan sawah ?  Belum lagi air tanah yang jaman dulu belum teroptimalkan manfaatnya, kini dengan sentuhan teknologi sudah bisa mengalirkan ribuan manfaat. Cobalah kita pikirkan !
Beberapa waktu yang lalu, setelah mengajak mahasiswa saya Kunjungan bisnis, saya ajak mereka melihat Pembangkit Listrik Tenaga Air (Mikro Hidro) di sebuah desa di lereng gunung di kawasan Mojokerto Jawa Timur, tepatnya di dusun Sendi, desa Pacet Selatan, kecamatan Pacet.. Saya ingin menunjukkan Kepada mahasiswa, bahwa Allah itu Mahamurah.  Di sungai kecil itu, --ada banyak sungai-sungai kecil di daerah ini-- ada sebuah bangunan kecil ukuran 2 X 3 Meter persegi. Di dalamnya diletakkan motor pembangkit listrik. Masyarakat telah membendung sungai kecil tersebut, agar air mengumpul dan mengalir ke sebuah paralon. Selanjutnya air yang masuk ke paralon tersebut disambungkan dengan baling-baling yang menggerakkan as roda. As inilah yang menggerakkan motor, selanjutnya motor menghasilkan listrik.
Listrik ini benar-benar gratis. Masyarakat tidak berbekal bahan bakar apa pun. Hanya memanfaatkan energi grafitasi, dimana air jatuh dan menggerakkan baling-baling. Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) tersebut mampu mengalirkan air 7000-10.000 watt. Sebenarnya aliran sungai kecil tersebut mampu menghasilkan 30.000 watt, untuk di satu titik gardu.
Mari kita bayangkan, jika diciptakan 10 titik yang menghasilkan listrik,di sepanjang sungai kecil tersebut,  maka listrik-listrik tersebut akan sangat berlimpah. Masyarakat pasti makmur dari sisi energi.  Bagaimana jika di seluruh sungai-sungai kecil yang ada di daerah tersebut diciptakan listrik ? Akan terdapat ratusan titik gardu Mikro Hidro. Masyarakat bisa mendirikan usaha dengan energi gratis. Masyarakat pasti makmur ! Tapi ironisnya kenapa justru masyarakat daerah pegunungan dan tepi hutan hampir seluruhnya masih hidup dalam keterbatasan ??
Saya terus menjelaskan kepada mahasiswa saya tentang kemurahan Allah tersebut. Mumpung momentum  datang, saya terus saja menjelaskan kepada mahasiswa-mahasiswa yang sedang tertegun tersebut. “ Coba pikirkan sekali lagi !, ini tadi baru memanfaatkan gravitasi. Tidak ada yang berkurang. Air pun jumlahnya masih tetap. Tidak berkurang….”.
“Jika jumlah air yang ada tersebut diatur penggunaannya. Dimanage sedemikian rupa, sehingga sayur-mayur --mulai dari kentang, wortel, tomat, bawang, pakis, dan seterusnya-- sampai buah-buahan dan bahkan rumput dikelola dengan pengairan yang baik. Pasti akan menghasilkan produksi yang semakin berlimpah. Sayur-mayur bisa dijual. Buah bisa dijual. Rumput untuk pakan ternak kambing maupun sapi yang bisa dijual pula –anaknya, susunya, dagingnya—bahkan sisa air yang mengalir pun bisa dijual sebagai air pegunungan bersih.”
“Masyarakat pegunungan pasti sangat makmur. Mereka tidak akan lagi merusak hutan, mencari kayu bakar ataupun yang lain yang menyebabkan rusaknya hutan”.
Pertemuan tersebut saya tutup dengan kesimpulan : Alangkah sangat malunya kita, jika kita sebagai manusia hidup dalam serba kekurangan dan kemiskinan !! Allah Mahamurah. Allah Mahakaya. Tidak pantas kita hidup miskin. Kita harus Kaya ! Menjadi kaya itu mudah !!
Masih ingin lebih mantap bahwa Allah itu Mahakaya dan Mengayakan ? cobalah sekarang berpikir tentang udara. Udara yang bergerak disebut angin. Angin mengandung  energi yang luar biasa, sehingga jaman dulu anggin digunakan sebagai penggerak perahu dan kapal layar untuk perdagangan internasional. Di negeri belanda, angin dihadang dan digunakan untuk memutar baling-baling. Baling-baling ini menggerakkan kincir angin. Terkenallah Belanda dengan negeri kincir angin. Ribuan kincir angin telah memberikan manfaat yang besar di negeri  Belanda.
Sebagian kandungan udara adalah oksigen. Oksigen dihirup oleh manusia untuk pernafasan. Selanjutnya oksigen akan diedarkan ke seluruh tubuh oleh darah untuk keperluan proses metabolisme dalam sel. Habiskah persediaan oksigen di alam ini ? bagaimana jika jumlah manusia semakin banyhak ? sekali lagi Allah telah menyediakan siklus udara termasuk oksigen. Oksigen yang dihirup manusia akan dikeluarkan lagi menjadi Karbondioksida. Selanjutnya, karbondiaksida ini akan menjelma kembali menjadi oksigen oleh proses fotosintesis yang dilakukan oleh tumbuhan pada siang hari dibantu matahari. Jadi tak perlu kahawatir, persediaan oksigen akan terus terbarukan melalui silklusnya. Sebagaimana air, udara pun tidak akan pernah habis.

Salam GreatLife !
Ingin menjadi teman saya?
Follow saya di twitter: @taufiqniq
Add saya di Facebook :www.facebook.com/Taufiq.NIQ

0 comments:

Post a Comment

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More