Aku sudah lupa tanggalnya, bulannya, bahkan tahunnya. Tapi ingatanku masih sangat jelas, tentang diskusiku dengan Kyai Idris, salah satu dari 'Trio' Pemangku, Pembina, Syaikh, Pesantren Modern Al-Amin Prenduan, Sumenep, Madura. Pembicaraan saat itu adalah tentang ekonomi Islam. Wajar, karena saat itu kedatanganku adalah dalam rangka silaturrahmi ke Pesantren itu. Inilah salah stu oleh-oleh silaturrahmi itu. Semoga pemahaman yang saya tulis di blog ini bermanfaat untuk para pembaca sekalian.
Dan, ternyata bila kita gali pemahaman tentang rizki daalam Alqur'an, kita temukan bahw rizki itu adalah pemberian. Benar, bahwa rizki yang kita dapatkan itu adalah pemberian Allah kepada kita. Allah memberi rizki kepada siapa saja yang dikehendakiNya.
Hanya saja perlu diketahui, bahwa Allah memberikan rizki itu melalui sunnatullah yang telah ditetapkan oleh Allah. 'Sunnah' di sini bemaksa kebiasaan. Jadi, 'biasa'nya Allah memberikan rizki itu melalui 3 pintu. Pintu-pintu itu ada 3 macam :
1. Rizki yang dijaminkan
2. Rizki yang digantungkan
3. Rizki yang dijanjikan.
Rizki yang Dijaminkan
Allah menjamin bahwa setiap makhluknya pasti mendapat bagian dari pembeian Allah swt. Tidak satu pun makhluk ini yang lewat dari pemberiannya.



1 comments:
2 lagi belum aa keterangannya,,,
Post a Comment